Kamis, 18 Juni 2015

Perbedaan E- Commerce dengan Retail

Perdagangan elektronik (bahasa Inggriselectronic commerce atau e-commerce) adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisiwww, atau jaringan komputer lainnya. E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.
Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-commerce ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), pemasaran elektronik (e-marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI), dll.
E-commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-commerce juga memerlukan teknologi basisdataatau pangkalan data (databases), surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang ini.

Eceran atau disebut pula ritel (bahasa Inggrisretail) adalah salah satu cara pemasaran produk meliputi semua aktivitas yang melibatkan penjualan barang secara langsung ke konsumen akhir untuk penggunaan pribadi dan bukan bisnisOrganisasi ataupun seseorang yang menjalankan bisnis ini disebut pula sebagai pengecer. Pada prakteknya pengecer melakukan pembelian barang ataupun produk dalam jumlah besar dari produsen, ataupun pengimport baik secara langsung ataupun melalui grosir, untuk kemudian dijual kembali dalam jumlah kecil.

Perbedaan MLM dengan Money Games


Multi-level marketing; (MLM) adalah strategi pemasaran di mana tenaga penjual (sales) tidak hanya mendapatkan kompensasi atas penjualan yang mereka hasilkan, tetapi juga atas hasil penjualan sales lain yang mereka rekrut. Tenaga penjual yang direkrut tersebut dikenal dengan anggota "downline". Istilah lain yang digunakan untuk MLM adalah penjualan piramida,pemasaran jaringan,dan pemasaran berantai. Menurut Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat, beberapa perusahaan yang menggunakan sistem pemasaran berjenjang telah mengeksploitasi anggota jaringan mereka dan tidak sesuai dengan skema piramida.

Pada umumnya, tenaga penjual menjual produk perusahaan secara langsung kepada konsumen yang merupakan orang terdekat atau melalui pemasaran dari mulut-ke-mulut. Beberapa pihak menggunakan istilahpenjualan langsung sebagai sinonim untuk MLM, meskipun pada kenyataannya MLM hanyalah salah satu bentuk dari penjualan langsung.

Perusahaan yang menggunakan model MLM untuk menjual produk mereka seringkali menjadi sasaran kritik dan tuntutan hukum. Kritik terutama sekali ditujukan pada kegiatannya yang menyalahgunakan atau tidak sesuai dengan skema piramida, penetapan harga produk, biaya masuk awal yang tinggi, lebih mementingkan perekrutan anggota baru ketimbang penjualan produk, pemaksaan anggota baru untuk membeli dan menggunakan produk perusahaan, pemanfaatan hubungan pribadi sebagai target penjualan ataupun target perekrutan, skema pembagian kompensasi yang kompleks, antusiasme dan teknik berlebihan yang diterapkan untuk menjual atau merekrut anggota baru, serta metode perekrutan yang kebanyakan bersifat 'memperdaya'; hanya menjelaskan keuntungan tanpa menjelaskan kerugian bergabung dengan MLM kepada anggota baru.

Money Game, secara mudahnya diartikan adalah ‘permainan uang‘.Pada dasarnya money game merupakan bentuk bisnis dengan sistem piramida uang, maksudnya sistem bisnis yang mirip tapi berbeda dengan MLM. Di MLM lebih condong ke direct selling, menekankan kerja distributornya, dan distributor mendapatkan komisi yang pasti. Sedangkan konsep money game tidak mengacu pada ‘direct selling’ lebih mengacu pada sistem ‘Member Get Member‘.Member akan mendapatkan komisi setelah member tersebut berhasil mendapatkan member baru yang tergabung dibawah jaringannya.

Selain itu, money game lebih menguntungkan untuk member yang lebih dahulu bergabung dibandingkan dengan member yang bergabung setelahnya, karena sistem inilah money game tidak bersifat adil hanya menguntungkan pihak yang berada di top level saja.

Dibandingkan MLM, MLM menerapkan sistem jika ingin naik level, maka seorang member harus terus membangun jaringannya sampai kedalaman berapapun. Sedangkan pada money game, lebih diutamakan member hanya dibatasi ‘batasan downline’ yang bisa diajak bergabung dengan tujuan balik modal dan sedikit untung, urusan masalah jaringannya berkembang atau tidak itu belakangan saja!


https://id.wikipedia.org/wiki/Pemasaran_berjenjang
http://info-bisnisonline-indonesia.blogspot.com/2012/11/apa-itu-money-game.html